Mencintai Sastra & Budaya di Rumah Puisi Taufiq Ismail

Rumah+Puisi+Sumatera+Barat
Koleksi Buku Taufiq Ismail
Rumah Puisi Taufiq Ismail - Siapa yang ngak kenal sama sastrawan & budayawan tersohor Taufiq Ismail ??? kalo sampai ngak kenal itu keterlaluan, mending di deportasi saja dari Indonesia #KalianTerlalu #AkuBenciKalian. 

Akan datang hari, Mulut dikunci, Kata tak ada lagi
Akan tiba masa, Tak ada suara, Dari mulut kita
Berkata tangan kita, Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita, Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita, Bila harinya
Tanggung jawab, tiba ...
 
Rumah+Puisi+Taufiq+Ismail
Rumah Puisi - Di Kelilingi Tembok Kaca Dengan Pemandangan Gunung Singgalang & Gunung Marapi
Syair diatas merupakan penggalan lagu dari penyanyi Chrisye “Ketika Tangan & Kaki Berkata” yang merupakan karya besar dari Taufiq Ismail #ILovePakTaufiq. Gw memang ngak begitu paham akan karya sastra tapi gw paham beberapa karya – karya Taufiq Ismail yang tersohor itu #MakjlebSyair. Kesempatan piknik keliling Sumatera Barat, salah satu nya ke Bukittinggi bareng Rombongan Blogger yang di undang oleh Kementrian Pariwisata #PesonaSumbar #PesonaMinang, ngak ada salah nya untuk mampir sebentar ke Rumah Puisi Taufiq Ismail yang lokasi nya searah dengan Kota Bukittinggi yaitu beralamat di Jalan Raya Padang Panjang – Bukittinggi Km. 6 Aie Angek Tanah Datar Sumatera Barat.
Rumah+Puisi+Taufiq+Ismail
Banyak Pantun Yang Tersebar di Rumah Puisi
Rumah+Puisi+Taufiq+Ismail
Syair Taufiq Ismail Yang Tertempel Di Tembok Rumah Puisi
Rumah Puisi Taufiq Ismail di bangun untuk menampung ± 8000 koleksi buku & karya – karya Pak Taufiq Ismail jadi disini banyak sekali kita temukan koleksi buku – buku sastra dll, selain itu juga rumah puisi merupakan wujud keprihatinan beliau akan rendah nya tingkat baca generasi muda sekarang, terutama terhadap karya sastra. Berdasarkan hasil penelitian yang beliau lakukan bahwa sejak tahun 1948 hingga 2008 (Rumah Puisi Berdiri 20 Februari 2008), buku sastra yang di baca murid SMU di Indonesia adalah 0 judul alias ngak ada #SedihKaliLah
Rumah+Puisi+Taufiq+Ismail
Menikmati Koleksi Buku Taufiq Ismail
Rumah+Puisi+Taufiq+Ismail
Melihat Perdamaian Dengan Buku
Rumah+Puisi+Taufiq+Ismail
Dengan Puisi, Aku
Curahan Hati Taufiq Ismail Lewat Puisi


















Beda sekali dengan kondisi saat Indonesia masih bernama Hindia Belanda, saat itu buku yang di baca siswa setingkat SMU berkisar hingga 25 judul #Keren. Beliau berharap dengan ada nya rumah puisi ini bisa dijadikan tempat anak – anak muda berkumpul untuk membaca dan belajar berkarya melalui tulisan, selain itu di Rumah Puisi sering diadakan pertemuan guru, pelatihan menulis, bahkan seminar-seminar. 
Rumah Puisi Dijadikan Tempat Pertemuan & Belajar Tentang Sastra
Rumah+Puisi+Taufiq+Ismail
Meja Kerja Taufiq Ismail Menghadap Perkebunan & Gunung Marapi Singgalang 
Bangunan persegi yang dinding nya terbalut kaca bening ini berada di kaki Gunung Singgalang, santai leyeh – leyeh membaca buku koleksi Taufiq Ismail sambil menikmati hawa pegunungan #NikmatManaYangKudustakan. Rumah Puisi ini dikelilingi hamparan kebun bunga yang menawan & perkebunan warga, sejauh mata memandang tampak Gunung Singgalang (2877 Mdpl) dan Gunung Marapi (2891 Mdpl) yang menjulang kokoh bagaikan karya Pak Taufiq Ismail yang TERSOHOR. 
Rumah+Puisi+Taufiq+Ismail
Pemandangan Yang Syahdu Dari Rumah Puisi
Tempat ini di bangun atas bantuan Habibie Award melalui The Habibie Center yang memberikan sumbangan senilai ± 2 milliar, penghargaan ini di berikan kepada Taufiq Ismail atas sumbangsih nya terhadap kemajuan kasusastraan & pendidikan di IndonesiaSelain koleksi buku dan karya sastra Taufiq Ismail, di tempat ini juga bertabur Quote – Qoute keren dari para tokoh dunia. Disamping Rumah Puisi, terdapat rumah budaya Fadlizon dan penginapan The Aie Angek Cottage.
Rumah+Puisi+Taufiq+Ismail
The Aie Angek Cottage - Penginapan Di Sebelah Rumah Puisi
Sekilas tentang Taufiq Ismail : Hasil tulisannya 517 puisi, 346 prosa (esei/kritikan) dan 96 lirik lagu yang telah dihasilkannya sepanjang 55 tahun aktif di dunia penulisan, puisi – puisi nya banyak di jadikan syair lagu oleh Group Musik Bimbo ataupun Penyanyi Chrisye. Karya-karya puisi Taufiq telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa yang antara lain Bahasa Inggris, Arab, Jepang, Jerman bahkan Prancis. Kumpulan puisinya yang telah terbit antara lain adalah Manifestasi (1963, bersama Goenawan Mohamad, Hartojo Andang jaya dll), Benteng (1966), Tirani (1966), Malu aku Jadi Orang Indonesia (1998), Mengakar Ke Bumi Menjalar Ke Langit (2008) dan masih banyak lagi karya nya.

Taufik Ismail mendapat Anugerah Seni dari Pemerintah Indonesia (1970), Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia (1977), South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand (1994), Penulisan Karya Sastera dari Pusat Bahasa (1994). Dua kali dia menjadi penyair tamu di Universiti IOWA Amerika Serikat (1971-1972 dan 1991-1992), dan pengarang tamu di  Dewan Bahasa & Pustaka Kuala Lumpur Malaysia (1993). 
Rumah+Puisi+Taufiq+Ismail
Mengakar Ke Bumi Mengapai Ke Langit
Karya Taufiq Ismail Diusianya Yang ke 80 Tahun

Rumah Puisi Taufiq Ismail
Jl. Padang Panjang - Bukittinggi
Sumatera Barat
Indonesia