Perjalanan Tak Berujung: Kopi Belitung Warisan Tradisi Pekerja China

Kopi Belitung Warisan Tradisi Pekerja China

Foto Bareng di Kedai Kopi Kak Path + Kak Martin
Kedai Kopi Belitung – Tak lengkap rasa nya ke Belitung tanpa mencoba kenikmatan kopi nya itu yang ada dalam benak saya. Karena hampir disetiap sudut jalan pasti kita akan temui warung-warung kopi dan disalah satu kecamatan nya yaitu MANGGAR mendapat julukan “1001 Kedai Kopi” karena saking banyak nya warung kopi disana.
Gorengan Ini, Rasa nya .... Cobain Aja Dech
Gorengan Sebagai Temen Minum Kopi
Dan perjalanan saya muterin Belitung akhir nya lewat juga di kecamatan manggar setelah singgah di Pantai Burung Mandi tapi kami kelupaan kalo mesti cobain kopi nya, dan akhir nya kami mencicipi kenikmatan kopi belitung ini di sebuah daerah bernama Gantung, dimana replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi juga berdiri disana dan juga Gantung ini tempat tinggal Wakil Gubenur Jakarta (AHOK). Kami pikir sama aja, toch model dan penampilan nya begitu juga mirip2 dan juga jarak antara Manggar – Gantung tak lebih dari 7km.
Ini Kak Path Sibuk Bikin Gorengan
Kopi Hitam + Susu => Hmmmm Aku Tak Suka Kopi ;-)
Kami singgah di Warung Pak Martin – Ibu Fatimah atau banyak yg menyebut “Warung Kak Path”. Sebuah warung sederhana di pertigaan kota gantung. Menjual berbagai macam gorengan semisal tempe, tahu, pisang dkk serta tidak lupa kopi belitung yg kata nya nikmat banget. Tapi usut punya usut ternyata Kopi Belitung bukanlah dari tanah belitung dikarenakan kontur dan tektur tanah nya kurang cocok untuk penanaman kopi, sehingga kopi2 ini di datangkan dari lampung dan kebanyakan berupa kopi robusta. 

Tapi kopi nya mendapat sentuhan bumbu2 racikan tradisional dari pemilik warung sehingga cita rasa nya berbeda + nikmat serta cara penyajian nya yg tidak langsung diseduh digelas melainkan dengan di taruh di sebuah saringan semacam kaos kaki trus di tuangin air dan diaduk sehingga air yg menetes tersebut kopi murni.
Setelah Diaduk Jadi Kopi Susu
Foto Bareng Pemilik Warung
Acara mengopi di belitung sendiri sebenar nya berasal dari kebiasaan pekerja timah dari china, mereka sebelum bekerja pasti minum kopi dulu dan ini akhir nya diikutin oleh warga melayu disana. Dan sekarang segelas kopi seharga Rp. 3000 dapat kita nikmati di kedai2 pinggir jalan di temanin cemilan gorengan yang nikmat sambil berbaur antar masyarakat segala lapisan, segala ras dan segala pendidikan ada di warung kopi.




111 comments:

Ada banyak spam di komentar. Saya menghapusnya. Maaf.

Best Regards
@CumilebayCom
[email protected]