Perjalanan Tak Berujung: Ta'Da ojek Gendong di SEMERU

Ta'Da ojek Gendong di SEMERU

Padang Rumput di Oro-Oro Omboh
Ranu Kumbolo Semeru – Siapa bilang naik gunung itu ribet dengan perlengkapan dan bawaan yg super duper berat + banyak ???? Kami membuktikan nya kalo naik gunung itu simple dan sangat mudah tapi sangat tidak disarankan untuk di contoh, hanya boleh dilakukan oleh orang yg memiliki ketampanan dan kegantengan khusus. Yap gw ber 7 akhir nya berangkat ke Gunung Semeru (3676 mdpl), eitsssss kita cuman niat sampai RANU KUMBOLO (Rankum) aja sech hahaha, mau ngopi2 ganteng sambil BBQ an + bercengkrama alias ngobrol2 ngak jelas.
Sampai di Desa Ranu Pane
Suasana Tenang Desa Ranu Pani
Setelah melakukan rayuan maut + kecup basah & sangat memohon dari lubuk hati yg paling absurd, akhir nya Bang Ningxxx (CP kita di Ranu Pane) luluh juga dan rela mau menyiapkan semua perlengkapan mulai dari tenda, matras, sleeping bag, perlengkapan masak + juru masak, lampu + senter, perijinan, porter dll, hanya 3 pesan bang ninggot sebelum kami datang yaitu harap bawa Surat Keterangan Sehat + Foto Copy KTP untuk mengurus perijinan + olah raga lari biar fisik nya kuat.
Kami datang dari jakarta ke Ranu Pani Lumajang (Desa Terakhir Sebelum Melakukan Pendakian yang berada di kaki Gunung Semeru) hanya bawa badan dan ransel kecil yang isi nya cuman beberapa pakaian + makanan dan itupun akhir nya di bawah oleh porter so kami tinggal melenggang santai saja.
Bukit Teletabis Bromo dari Desa Jemplang Malang
Mari Kita Mulai Pendakian
Ranu Kumbolo (± 2400 mdpl dengan luas 15 ha) merupakan danau yang menjadi bagian dari Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru & masuk di 2 wilayah kabupaten yaitu Malang & Lumajang Jawa Timur. Rankum biasa dijadikan tempat istirahat & camping sebelum para pendaki melanjutkan perjalanan menuju puncak MAHAMERU. Kita mesti trekking sejauh 10,5 km dari Ranu Pane menuju Ranu Kumbolo, jalur trek nya sudah tersedia dengan bagus dan lumayan nyaman + ada tanda bendera merah putih yang di ikat di ranting2 pohon yang bisa kita ikutin.
Ranu Kumbolo Memberi Kesan Mistis Ditutup Kabut
Rankum Tertutup Pohon
Ada Kedamaian & Ketenangan
Jujur sebenar nya jalur nya sech biasa saja, jalanan datar, menanjak dikit tapi bisa bikin kami ngos2an. Eits ada deh yg paling parah tanjakan maut dari pos 3 menuju pos 4, tanjakan nya cuman 100 meter tapi curam dan menengangkan. Sepanjang perjalanan di temanin pepohonan yang rimbun, kabut tebal + hawa dingin dan jurang di sebelah kiri jalan setapak jadi mesti ati2. Wajib melakukan persiapan fisik & mental agar perjalanan nya terasa ringan dan ngak ngos2an.
Jalur nya Landai Tapi Bikin Ngos2an
Berpapasan Dengan Para Pendaki
Jarak 10,5 km (Ranu Pani -3kmà Ladengan Dowo -3kmà Watu Rejeng -4,5kmà Ranu Kumbolo) kami tempuh dengan 4,5 jam perjalanan melalui 4 pos peristirahatan, padahal kalo masyarakat setempat atau para pendaki yg sudah pengalaman cuman membutuhkan 2-3 jam saja. Tapi rombongan gw ber 7 + 3 porter + 1 chef milih jalan santai & banyak istirahat. Maklum kami semua bukan anak gunung yg biasa jalan jauh + cepat, sebenar nya kami juga biasa jalan tapi jalan ke mall hehehehe.
Gemporrrrrrrr Istirahat 
Pos 1 Peristirahatan
Para Porter Sedang Istirahat
Sebulan sebelum berangkat kami mmg sudah di ingatkan untuk olah raga minimal jalan kaki ±3km seminggu 3x tapi kami malah milih nongkrong dimall seminggu 3x ngopi2 ganteng hehehe dan hasil nya mmg terjadi ... terkapar selama trekking menuju ranu kumbolo. Nafas ngos2an, dengkul lemes, jantung berdebar dan badan mau rontok. Andaikan ada ojek gendong yg siap memanggul kami, pasti akan kami pake jasanya dan sangat berterima kasih akan kejantanan para ojeker hua3x. Btw ojek gendong kayak nya jadi peluang bisnis menarik nich di semeru hehehe.
Akhir nya Merapat di Ranu Kumbolo
Meratapi Sore Yang Dingin
Begitu sampai Ranu Kumbolo langsung selonjoran capek kaki lemes, sedangkang para porter mendirikan tenda dan menawarkan minuman selamat datang berupa kopi, teh dan jahe hangat, lanjut memasak spaghetti sosis beef buat mengganjal perut yang keroncongan. Nikmat sekali hidup ini, bisa leyeh2 karena semua ada yg urus. Menjelang malam para porter + chef menyajikan makan malam berupa sop jamur, sarden tuna, daging asap & orek teri kacang serta minum bandrek hangat + bir bintang.
Padang Savana di Jalur Ayak-ayak
Bunga Lavender di Tepi Ranu Kumbolo
Makan tinggal bilang kalo lapar, minum di layani, capek di pijitin dan tidur tinggal dikelonin hua hua hua. Pokoke ke gunung ngak serumit yang dibayangkan, semua nya serba simple mudah dan menyenangkan cuman sedikit gempor zizizizi #JangandiContoh. Saat kita mau balik dari ranu kumbolo, urusan beresin tenda, gulung matras, rapiin sleeping bag dll dah di urus sama porter dan kita tinggal meninggalkan tempat dengan wolesssssss. Oh senangnya nikmatnya damainya hidup ini ....... Eh sajian sarapan nya juga lumayan mantap berupa nasi goreng kambing + omelet keju, minum nya susu jahe hangat.
Pagi Mengguning Bikin Merinding 
Selamat Pagi Ranu Kumbolo
Dan beruntung Alhamdulillah perjalanan kesana + balik nya & saat disana pun cuaca sangat bersahabat cerah ceria #halah, padahal kami sempet deg2an kalo bakal turun hujan tapi itu tidak terjadi Alhamdulillah. Selama 2 hari 1 malam kami disana cuman leyeh2 ngak jelas menahan dingin, sempet ngobrol dengan beberapa pendaki yang habis summit di mahameru. Mendengarkan cerita perjuangan mereka untuk bisa sampai puncak mahameru yang sangat menegangkan. Eh menurut Nuniek + Yanni kalo para pendaki2 yg seliweran di Rankum ini cukup GANTENG2 & Laki Banget #prettt.
Pesona Kebesaran Allah di Ranu Kumbolo
Obrolan Santai Menyambut Pagi
Pose Wajib .... Makin Sekseh #Prettt
Pesona Ranu Kumbolo mmg mengagumkan, danau cantik yg konon menurut cerita ada penunggu nya seorang putri cantik yg mirip ikan duyung dalam donggeng, danau ini memiliki luas 15 heaktar dan di kelilingin perbukitan yang sangat dahsyat & pas di hati, kalo beruntung kita bisa melihat sunrise dari celah potongan bukit nya. Kebersihan air danau juga sangat di jaga, dilarang mandi dan mencuci apapun di danau nya karena air danau ini sangat bersih dan bisa di minum, suhu udara disini bisa mencapai 0 derajat bahkan sampai minus 20.
Tanjakan Cinta
Oro-Oro Omboh
Oh yaa kami sempet jalan ke TANJAKAN CINTA dan Oro-Oro Omboh yang lokasi nya di belakang Rankum. Disana terdapat padang lavender yg sangat luas tp sayang lagi ngak berbunga + kita juga bisa melihat puncak MAHAMERU yang terselimuti kabut awan. Jalur dari oro2 ombo ini akan menuju kalimati & arcopodo dan terus muncak sampai mahameru yang terlihat sangat mempesona seperti dalam film 5Cm.
Ranu Kumbolo Yang Hening
Tampak Mahameru di Belakang
Kalo mau lanjut sampai puncak mahameru (3676 mdpl), tinggal ikutin jalur dari Ranu Kumbolo -2,5kmà Cemoro Kandang –3kmà Jambangan –2kmà Kalimati -1,2kmà Arcopodo -1,5kmà Puncak Mahameru. Niat hati sech pingin lanjut sampai puncak semeru tapi karena ngak ada ojek gendong yg bisa membawa kita kesana, maka cukup sekian dan terima kasih di Ranu Kumbolo saja hehehe. Oh yaa bulan Januari – April, kawasan ini ditutup untuk umum di karenakan badai dan proses penghijauan.

Baca sejarah dan cerita ttg semeru di http://id.wikipedia.org/wiki/Semeru
Ranu Kumbolo Terlihat Dari Tanjakan Cinta
Foto Bareng Bang Ningxxx Yang Memfasilitasi Kami di Semeru
Note : Sangat tidak disarankan melakukan kegiatan pendakian seperti kami, usahakan untuk melakukan persiapan fisik dan mental apabila niat mendaki gunung. Segala resiko yang ditimbulkan dari mencontoh pendakian ganteng ala cumilebay menjadi tanggung jawab kalian sendiri.




168 comments:

Ada banyak spam di komentar. Saya menghapusnya. Maaf.

Best Regards
@CumilebayCom
[email protected]