Perjalanan Tak Berujung: GIGI HIU di Batu Layar Pegadungan

GIGI HIU di Batu Layar Pegadungan

Berdiri Diantara Bebatuan Gigi Hiu
Batu Layar Pegandungan – Selain Lumba-lumba, Apa yang menarik di Kiluan Lampung ???? Jawaban gw pasti nya Laguna Dodo & Batu Layar Pegadungan, dan kali ini gw menyambut pagi dari homestay di teluk kiluan dengan melakukan perjalanan sejauh ± 12 km atau ± 1 jam ber ojek ria dengan jalanan ancur total, tanjakan turunan curam membelah 2 gunung, bikin gw spot jantung, deg2an, meriang, orgasme campur aduk jadi satu hanya untuk bertengger di BATU LAYAR PENGADUNGAN.
Dari Kejauhan & Dibalik Rimbunan Pohon
Pantai Pengadungan, Berbatu Kali Nan Menawan
Jangan berharap membayangkan perjalanan yg mulus bisa bermobil, untuk mencapai tempai ini bener2 penuh perjuangan, darah dan air mata #pretttt. Akses jalan nya tidak bisa di lalui mobil jadi wajib bermotor, terdapat turunan curam berbatu sepanjang 2 km yang orang setempat menamakan nya Talang Padang, trus lanjut menyebrang sungai yg beraliran deras, kita juga melewati beberapa desa yang mana cuman di huni sekitar 7-10 rumah yg jarak nya lumayan berjauhan. Biaya ojek nya kalo dari TelukKiluan sekitar Rp. 125.000,- pp dan wajib di bayar tunai tanpa cicilan #Halah.
Selamat Datang Di Batu Layar
Terlihat Kokoh & Tajam
Pantai Pengadungan yang terkenal dengan Batu Layar nya terletak di Desa Pengadungan, Kecamatan Kalumbayan, Kabupaten Tanggamus Lampung. Merupakan pantai berbatu kali yg sangat tenang damai di balik rimbunan pepononan. Eh Batu Layar ini banyak pula yang menyebut BATU HIU karena tancapan2 batu karang yg berdiri kokoh di sana mirip banget sama gigi nya ikan hiu yang terkenal tajam dan runcing. Disini batu2 tajam ini tersapu deburan ombak yg lumayan ganas jadi menambah nilai mistik dan terkesan Menggoda untuk menjadi objek foto.
Menyerupai Layar Terkembang
Sungguh Mempesona
Deburan Ombak Dahsyat
Gw sengaja pagi itu ngak ikutan mengejar lumba2, tapi milih ber 2 dengan akang hendri menunggangi motor yamaha jupiter nya untuk sampai ke Batu Layar ini. Jam 6 pagi kami dah mulai berangkat dari Teluk Kiluan,  sampai sana sekitar jam 7.15 dan hanya ada kami ber 2 #OhRomantisnya J. Cuman sekedar jeprat jepret menikmati kokoh nya bebatuan karang ini sekitar 30 menit dan langsung kembali lagi ke Kiluan. Konon waktu yg paling aduhai untuk berkunjung ke tempai ini yaitu sore hari untuk menikmati merona jingga SUNSET nya.
Ini Mas Cumi Lagi Narsis
Batu Layar ini terbentuk dari kikisan ombak yg menerpa karang2 besar ini selama ratusan tahun yang lalu, sehingga batu ini terkisis dan menjadi berdiri kokoh sendiri2 seperti Gigi Hiu.  Menurut cerita nya, lahan2 di sekitar batu layar atau di desa kelumbayan ini sebagian sudah di jual ke pada pengusaha2 chinesse. Kalo saumpana akses jalanan nanti nya di betulin dan sudah bagus, gw yakin dan percaya bakal berdiri resort2 cantik di sekitar tempat ini L. Sekarang ini sech ngak ada warung atau fasilitas lain di tempat ini, jadi bener2 sepi. Saran saja kalo mau ketempat ini, mending bawa perbekelan makanan sendiri.
Runcing Menyerupai Gigi Hiu
Baca juga tempat merangsang seputar Batu Layar ini :




97 comments:

Ada banyak spam di komentar. Saya menghapusnya. Maaf.

Best Regards
@CumilebayCom
[email protected]