Perjalanan Tak Berujung: {7 Wonders} Hipotermia dengan Pesona BROMO

{7 Wonders} Hipotermia dengan Pesona BROMO

Tangga Menuju Puncak Bromo - Tetep Bercelana Pendek
Bromo -  “Bodoh atau Bego” mungkin itu kata yang tepat mengambarkan diri ku saat itu. Sudah tau mau ke gunung tp malah ngak bawa perlengkapan tambahan, HELLO .... kita bukan ke pantai tapi mau ke GUNUNG BROMO dan kedatangan kita di bulan JULI - Agustus yang menurut orang sana merupakan puncak angin sehingga suhu udara akan berada di titik terendah alias DUINGIN BUANGET J.
Indah nya Karunia Tuhan
Bromo merupakan gunung yang masuk di 4 kabupaten yaitu Probolinggo, Malang, Pasuruan serta Lumajang dengan ketinggian 2.392 mdpl. Yang menarik dari Gunung Bromo ini yaitu diselengarakan nya upacara Yadnya Kasada atau banyak yg menyebutnya “UPACARA KASODO” yang berlangsung setiap bulan purnama antara tgl 14-16 dibulan kesepuluh penanggalan jawa.
Upacara berlangsung di Pura yg berada di kaki gunung bromo dilaksanakan malam hari dan upacara ini bertujuan untuk memberikan sesembahan atau sesajen untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur serta pemilihan kepala adat suku tengger.
Pura Tempat Upacara Kasodo
Dari Atas Pucak Bromo
Banyak pesona yang di tawarkan oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan termasuk gw yg keren ini #lebay. Kalo ngak salah sudah 5x datang ke Bromo dan selalu salah kostum yang membuat gw akhir nya mengigil kedinginan tak berdaya #halahhh J. Entah setan dari mana yang muncul sehingga setiap packing ke bromo selalu celana pendek dan kaos tipis yg di masukin ke dalam ransel #tragisss L.
Celana Pendek OK tp Mengigil
Puncak Bromo
Saat siang hari angin semilir memanjakan tubuh dengan desahan nya, tapi dimalam hari sukses bikin gw menggigil sampai pala pusing dan rasa nya mau pingsan. Udah diselimutin tapi tetep aja mengigil dan langsung teringat lagu nya Gita Gutawa yang “Hipotermia di Kutub Utara” tapi ini gw di Bromo cuyyyyy J. Hipotermia sendiri merupakan suatu kondisi dimana mekanisme pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin, dan itu juga yang gw rasakan terhadap bromo. Gw kesulitan banget mengatasi mesti apa yg harus di ungkap kan ttg keindahan bromo .... SEMUA NYA JUARA.
Menuju Bukit Teletabis
Bukit Teletabis
Selain puncak bromo yang wajib di datangin, juga ada puncak pananjakan untuk melihat Sunrise yang bisa di akses mengunakan mobil Jeep sewaan sekitar Rp. 350.000. Pesona sunset nya begitu mengoda dengan penampakan Gunung Bromo sebagai point utama nya dan gunung arjuno + gunung welirang + gung semeru dari belakang samar2 memamerkan kemegahan, bener2 kebesaran Tuhan dengan segala karunia Nya.
Bikin Hipotermia Keindahan nya
Sunrise Pananjakan
Disana juga ada lautan pasir, bukit teletabis, padang savana dan pesona2 lain nya yang membuat gw beneran jadi makin mengila hipotermia mengagumi keindahanya J #maksa hehehe. Bisa mengunakan jasa ojek untuk bisa keliling2 di seputaran bromo yang banyak di tawarkan di desa cemoro lawang sebagai desa terakhir sebelum sampai di kawasan TNBTS. Penginapan juga banyak disana, mulai dari rumah penduduk sampai hotel pun juga ada yang berkisar antara 100k-500k/malam.
Lautan Pasir Dan Celana Pedek Terlihat Menawan #prett
Padang Savana
Oh yaa untuk sampai ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) cara nya mudah banget, kalo dari surabaya bisa melalui Terminal Bungurasih trus naik Bus jurusan Probolinggo/Jember/Banyuwangi (Rp. 27.000,-/Patas atau Rp. 17.000,-/Reguler) nanti turun di terminal probolinggo trus lanjut naik BISON atau Elf (Rp. 30.000,-) menuju desa Cemoro Lawang sebagai pintu gerbang nya TNBTS.
View Dari Desa Cemoro Lawang





97 comments:

Ada banyak spam di komentar. Saya menghapusnya. Maaf.

Best Regards
@CumilebayCom
[email protected]