Perjalanan Tak Berujung: Keturunan GRESIK & Albino di MANTAR Sumbawa

Keturunan GRESIK & Albino di MANTAR Sumbawa

Kuda Liar di Desa Mantar
Desa Mantar Sumbawa – Ingat Film “Serdadu Kumbang” garapan Arie Sihasale  yang di rilis th 2011 ??? Di tempat syuting film inilah ada sebuah desa yang menawarkan sejuta keindahan, kearifan, kesederhanaan, sejarah, cerita dan pesona nya yang memikat. Sehingga membuat gw bener2 bernafsu untuk datang kesana bareng rombongan dari PT. Newmont Nusa Tenggara yang juga ikut mensponsori pembuatan film "Serdadu Kumbang". Yap DESA MANTAR nama nya, berada di ketinggian 630 mdpl dan di selimuti kabut hampir setiap sore nya.
Sekolah SD + SMP jadi 1 Atap
Panen Hanya 1 Tahun Sekali
Awal nya yang menarik gw untuk berkunjung adalah ada nya cerita ttg penduduk nya yang ber jumlah 7 keturunan ALBINO, setelah sampai disana ternyata ada cerita menarik lagi bahwa penduduk nya merupakan keturunan dari luar sumbawa dan yang tersisa adalah orang2 keturunan GRESIK, dan sampai2 sekarang aparat desa nya harus keturunan GRESIK.
Pohon Kemiri/Pohon Cita2 di Film "Serdadu Kumbang" Saat Ini
Film "Serdadu Kumbang" dan Pohon Cita-Cita Saat Syuting
Ada cerita lucu nich, saat kami berbincang dengan penduduk lokal. Tiba2 muncul Pak Haji Sulaiman (tetuah disana), tiba2 nyamperin gw dan ngajak salaman serta beliau malah yg mau cium tangan gw. Waduh dunia kebalik, harus nya gw yg cium tangan beliau J. Ternyata gw lupa kalo gw adalah anak bupati gresik #maksa jadi mungkin beliau tau kalo aura gresik terpancar dari rona muka ku yang tampan ini hahahaha.
Damai dan Tenang
Bareng Pak Haji Sulaiman
Jadi sekitar abad 16 an, ada kapal dagang cina yang awak kapal nya dari bangsa portugis, jerman, kaukasoid, arab, cina dll dan juga dari GRESIK Jawa Timur yang dipimpin oleh Abdulrahman, karena kapal ini perna singgah di GRESIK sebelum melakukan pelayaran lanjutan keliling nusantara. Saat melewati selat alas sumbawa, kapal ini karam dan terdampar di KUANGBUSIR, dan sekarang orang menyebut nya dengan sebutan BANGKABELAH yang arti nya “Bangka = Kapal” dan “Belah = Pecah”.
Lumbung Padi
Suasana Desa Mantar

Sore di Lapangan Desa
Mereka akhir nya mencari tempat untuk bermukim dan sampailah di atas bukit dekat kapal mereka karam. Bukit yang tinggi ini memiliki tanah yg luas dan datar, sehingga cocok untuk tempat tinggal serta bercocok tanam.  Dan akhir nya mereka menamakan desa nya dengan sebutan “MOUNT TARRY”  yang arti nya Gunung Tempat Tinggal tapi karena rada susah menyebut nya maka di sebut lah “MANTAR”.
Ai' Mante ... Kolam Air Yang Tak Perna Surut
Sebagian lagi dari mereka tetep bertahan disana dan bangsa ras cina berjalan ke selatan hingga menetap di dataran tinggi yang disebut nya SANG KIONG KANG dan sekarang di sebut Desa Sekongkang di Daerah Maluk deket dengan tambang PT. Newmont NusaTenggara.
Salah Satu Dari Yang Albino
Bareng Mamad & TurisCantik.Com
Oh yaa di dalam kapal itu terdapat 7 orang bule, dan pada saat Abdulrahman mau meninggal, beliau berpesan bahwa di desa mantar ini tidak boleh ada lebih dari 7 orang berkulit putih “Bule”.  Dan akhir nya munculah kelahiran bayi Albino sebagai penganti dari 7 orang bule tersebut yang sudah meninggal, dan jumlah nya akan selalu 7. Bila seorang warga albino meninggal maka tak lama akan lahir albino yang lain atau jika seorang warga albino lahir maka tak lama akan ada albino yg mengalah alias meninggal, pokok nya jumlah nya tidak boleh lebih dari 7 orang.
Ada Tradisi Karapan Ayam
View Elok Dari Atas Mantar
Dari perbukitan desa mantar, kita bisa melihat keelokan selat alas yang memisahkan pulau lombok dan pulau sumbawa, melihat keagungan gunung rinjani serta pulau2 cantik yang mengitari selat alas antara lain Pulau Kenawa yang sangat tersohor itu J. Rumah di sana di bangun seragam dengan luas dan bentuk yang sama yaitu rumah panggung, jadi kita bisa melihat kesederhaan, keseragaman, kejujuran disana.
Mesjid Bersejarah di Mantar
Sapi Banyak Berkeliaran
Untuk sampai ke Desa Mantar ini, penuh perjuangan yang lumayan berat di karenakan akses jalanan nya yang hancur dan mendaki. Dari kota Taliwang Sumbawa sekitar 15km menuju Dusun Tapir Seteluk atau 30 menit perjalanan, selanjut nya 8km jalanan kampung tanah dan berbatu. Hanya mobil 4WD yang bisa mendaki ke puncak desa mantar ini, atau bisa ngojek offroad yang hanya Rp. 10k dari desa tapir. 
Kesederhanaan
 Mesti Pake 4WD Untuk Menuju Ke Mantar
Kesahajaan Warga Mantar




58 comments:

Ada banyak spam di komentar. Saya menghapusnya. Maaf.

Best Regards
@CumilebayCom
[email protected]