Perjalanan Tak Berujung: Rambut Gembel Kawah Sikidang

Rambut Gembel Kawah Sikidang

Kawah Sikidang - Merupakan kawah paling populer di Dataran Tinggi Dieng yang masuk di wilayah Banjarnegara Jawa Tengah Indonesia. Dataran Tinggi Dieng termasuk salah satu kawasan yg memiliki kawah terbanyak di Indonesia antara lain Kawah Sikidang, Kawah Sileri, Kawah Timbang, Kawah Sibanteng, Kawah Candradimuka dll.
Trekking Menuju Kawah
Nama Sikidang di ambil dari kata “KIDANG” yang dalam bahasa Indonesia berarti Kijang. Binatang ini memiliki karasteristik yg suka melompat2. Seperti hal nya uap air dan lava berwarna kelabu yg terdapat di kawah sikidang ini selalu bergolak dan munculnya berpindah2 bahkan melompat seperti kijang.
Ada sebuah cerita legenda menarik dari Kawah Sikidang ini. Konon dahulu kala didataran tinggi dieng ada sebuah istana yg di huni oleh ratu cantik bernama Ratu Shinta Dewi. Saat itu ratu cantik tersebut akan dilamar oleh seorang pangeran yg tampan dan kaya raya. Akan tetapi ternyata pangeran itu tidak lah setampan yg di beritakan. Pangeran itu bernama Pangerang Kidang Garungan yang perwujudan nya berupa manusia berkepala kijang.
Penjual Belerang
Inilah Kawah nya
Untuk menolak lamaran sang pangeran, maka ratu tsb mengajukan syarat untuk di buat kan sebuah sumur yg dalam dan luas. Saat sumur hampir selesai, sang ratu dan pengawal nya menimbun sumur dengan tanah yg didalam nya masih terdapat sang pangeran.
Didepan Gerbang Kawah Sikidang
Ketika sang pangeran berusaha keluar dengan mengerahkan segala kesaktian nya, tiba2 sumur itu menjadi panas, bergetar dan meledak-ledak. Pangeran hampir saja keluar dari sumur tsb, akan tetapi sang ratu terus menimbun dengan tanah hingga tak dapat keluar.
It's About The Journey, Not The Destination
Sang pangeran akhir nya marah dan mengutuk Ratu Shinta Dewi dan keturunan nya kelak akan berambut gembel. Bekas sumur Pangeran Kidang Garungan inilah yg kemudian menjadi Kawah Sikidang.

Rombongan kami (Swa, Jopit, Dean, Novi, Yanni, Sheilla, Cumi) sungguh beruntung sekali, karna saat kami selesai mengunjungi kawah sikidang. Kami beristirahat di warung2 sekitar parkiran kawah sikidang. Tiba2 ada anak berambut gimbal atau gembel, akhir nya kami sempet foto2 dan dapat cerita seperti diatas dari ibu penjual makanan.
Rambut Gimbal Atau Rambut Gembel
Anak berambut gimbal atau rambut gembel di dieng terlahir normal seperti anak kebanyakan, akan tetapi pada sewaktu fase. Gimbal/gembel di rambut akan tumbuh secara sendiri nya, saat gembel itu akan tumbuh, biasa nya anak tersebut akan sakit2an dimulai dengan badan panas. Jadi kalo anak tsb mendapat 10 gembel di rambut nya maka 10x pula anak tsb akan sakit2an.

Anak berambut gimbal atau gembel biasa nya cenderung aktif, kuat serta sedikit nakal. Konon cerita nya ada makhluk gaib yg menghuni dan menjaga gimbal di rambut gimbal tsb. Gimbal bukan lah genetik yg bisa di turunkan secara turun temurun. Siapa saja keturunan dari masyarakat dieng bisa mendapat kan anugrah ini.
Lava nya dari jarak dekat
Yang lucu nya anak rambut gimbal ini harus sering di tanya “Gimbal nya minta apa ?????” Kalo si anak menjawab minta sesuatu dan jawaban nya konsisten selama berkali2 di tanya. Maka harus dilakukan pemotongan rambut gembel & selamatan dengan hadiah sesuai yg diminta oleh si anak. Setelah dilakukan pemotongan maka gembel nya akan ilang dan si anak akan kembali menjadi anak normal dan tidak sakit2an.
Hawa dingin yg menusuk di kawah sikidang, kami nikmati dengan semangkok  indomie rebus, kentang goreng khas hasil pertanian dieng dan purwaceng (sebuah minuman berupa susu atau kopi yg kata nya khasiat nya bisa menambah tenaga pria dan menghangatkan badan). Oh yaa hasil bumi di dataran tinggi dieng yg sangat terkenal yaitu kentang dan wortel. Hampir semua bukit di dataran tinggi dieng di jadikan perkebunan.
Perbukitan Yang Akhir nya Menjadi Perkebunan
Hal ini miris sekali, bukit yg harus nya di gunakan sebagai penghijaun & mencegah tanah longsor dengan pohon2 nya yg kokoh dan rindang. Berubah total menjadi perkebunan rakyat. Hal ini sangat menghawatirkan kalo saumpama terjadi ujan besar, maka bukit2 ini bisa longsor dan menimpa pemukiman di bawah nya.
Kentang Goreng & Purwaceng Jadi Andalan
Hasil Bumi Dieng




19 comments:

Ada banyak spam di komentar. Saya menghapusnya. Maaf.

Best Regards
@CumilebayCom
[email protected]