Perjalanan Tak Berujung: Desa Penglipuran

Desa Penglipuran

 "Culture & Heritage"
Desa Adat Penglipuran - Desa Penglipuran merupakan desa adat di Pulau Dewata Bali Indonesia yg masih terjaga kelestarian nya. Desa ini dapat di capai melalui jalan yg menghubungkan Bangli – Kintamani. Dari Bangli ke utara sampai daerah Kubu kira2 5km lanjut belok kiri, maka sampailah di Desa Penglipuran. Jarak tempuh sekitar 60 km kalo dari Kuta.
It's About The Journey, Not The Destination
Menurut sejarah dan sesepuh kata “Panglipuran” berasal dari kata ‘Pengeling Pura’ yg arti nya Tempat Suci Mengenang Para Leluhur. Tetapi ada pendapat lain yg menerangkan bahwa “Penglipuran” berasal dari kata ‘Penglipur’ yg arti nya “Penghibur” karena pada jaman kerajaan dulu, tempat ini dijadikan tempat peristirahatan.
Masyarakat Desa Penglipuran percaya bahwa leluhur nya berasal dari Desa Bayung Gede Kintamani. Menyusuri jalan utama desa ke arah selatan, dapat kita jumpai Tugu Pahlawan yg tertata dengan rapi. Tugu ini di bangun untuk mengenang jasa kepahlawanan Anak Agung Gede Anom Mudika yg gugur melawan belanda pd tgl 20 Nov 1947.
Dapur yg masih tradisional
Rumah ini sebagai bangunan dapur
Masyarakat Desa Penglipuran menganut falsafah TRI HITA KARANA. Sebuah falsafah hindu yg selalu menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan serta manusia dengan Tuhan. Hal inilah yg membuat masyarakat desa penglipuran tetap rukun, harmonis dalam bermasyarakat.
Monumen Pahlawan
Perjalanan kami ke desa ini secara tidak sengaja, saat kami selesai rafting di Telaga Waja, dan rencana balik ke arah ubud. Ternyata dapat info ada desa adat yg layak di kunjungi. Ternyata benar desa ini bisa menjadi alternatif liburan bila anda ke Bali.

Thanks buat Nuniek, Keke, Iyus, Nova, Titi, Memey, Monic.
Selalu ada lorong menuju rumah utama





25 comments:

Ada banyak spam di komentar. Saya menghapusnya. Maaf.

Best Regards
@CumilebayCom
[email protected]