Perjalanan Tak Berujung: Berjuta Keindahan Kawah Ijen

Berjuta Keindahan Kawah Ijen

Pagi di Ijen
Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen., Jawa Timur Indonesia. Berada di ketinggian 2368 meter diatas permukaan laut, dengan kedalaman danau sekitar 200 meter dan luas kawah mencapai 5466 hektar. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Perjalanan ke ijen ini berawal dari obrolan iseng bareng makjo di warung pakmo pasar festival, akhir nya di niatin dan berangkat bareng makjo, iyus, tikka, yanni, gandhi serta delisa.

Tempat Penimbangan Belerang
Sekitar jam 2 siang kami sudah sampai di bondowoso, sebelum nya kami baru saja dari Taman Nasional Baluran, kami sengaja masuk dari arah bondowoso karna jalanan yg tidak begitu rusak, sedangkan kalo dari banyuwangi mmg rute nya lumayan dekat tapi menurut orang sekitar jalanan nya ancur total. Oh yaaa dari Ijen ini, kami rencana mau lanjut ke Tanjung PapumaBromo dan Air Terjun Madakaripura.
Suasana Pagi di Penginapan
Setelah kami makan siang dan belanja perlengkapan di indomaret, maka perjalanan 65 km untuk masuk ke kawasan ijen di mulai, hampir 1/4 jalananan mulus di lanjut 1/2 nya ancur berlubang dan berbatu jadi mesti ati2 mengendarai mobil nya.
Temen2 yg lain enak tidur, tinggal nasib gw yg mesti hati2 menyetir di temanin makjo jadi navigator gosip coz bukan petunjuk jalan tp ngegosip mulu hahahaha (piss makjo).
Setelah melewati perkebunan teh paltuding, sampailah kami di lapangan parkir menuju kawah ijen, waktu sudah menunjukan pukul 17.00 sore. Cari2 info penginapan, akhir nya sewa rumah pengelola kawasan ijen Rp. 300.000,- semalam untuk 1 rumah dengan 3 kamar tidur.
Sore itu hawa nya dingin banget, kena air saat pipis aja rasa nya membeku, so gw pilih kagak mandi, hanya gosok gigi. Sekitar 19.00 kami makan malam di lanjut nyalain api unggun di depan penginapan. Tetapi karna badan n mata gw ngak bisa diajak berkompromi maka gw pilih tidur saja, sedangkan  temen2 masih asyik berapi unggun.
Teng tepat pukul 01.00 dini hari, kami dah bangun dan bersiap untuk berjalan sekitar 3km menuju kawah ijen. Hawa yg dingin serta jalanan yg gelap + menanjak tidak menyurutkan semangat untuk melihat keindahan ijen. Jarak 3 km kami tempuh dengan waktu 2 jam, lumayan payah kata bapak pemandu hahahahaha.
It's About The Journey, Not The Destination
Pos Penimbangan + Pencatatan Belerang
Sengaja kami berangkat dini hari karna mau melihat api biru, api yg di hasilkan dari kobaran celah2 belerang yg di ambil oleh penambang. Sungguh indah bikin puas mata. Tapi sayang kami tidak bisa abadikan, karna kami hanya bawa camera slr + pocket tanpa tele. Kalo mau ambil api biru harus pake tele biar bagus. 
Api biru sangat dekat dengan air kawah nya jadi kami harus turun sekitar 600 meter dari atas kawah, jalanan dari bebatuan serta licin + bergantian dengan penambang membuat kita mesti ati2. Salah langkah bisa jatuh ke kawah.
Pake Kaos Kaki Tapi Bersandal Jepit
Temen2 yg ce menunggu kami diatas, sambil mengigil kedinginan hahahaha. Sekitar pukul 5 pagi, cahaya matahari sudah mulai bersinar, kawah yg kami tunggu2 akhir nya keliatan jelas. Sungguh indah keren menggagumkan, besar sekali karunia Allah menciptakan alam begitu indah nya. Bener2 Tuhan menciptakan berjuta keindahan + keajaiban akan semua sentuhan nya yg begitu mempesona.
Oh yaaaa belerang2 dari ijen, diambil oleh penambang secara manual, para penambang mendapat imbalan jasa Rp. 625,-/kg. Rata2 setiap penambang bisa membawa sekitar 70kg/hari. Harga yang tidak sebanding dengan taruhan nyawa yg mereka siapkan tapi itulah hidup kadang memang tidak terlalu banyak pilihan, tinggal bagaimana kita menyikapi nya. Thanks GOD





151 comments:

Ada banyak spam di komentar. Saya menghapusnya. Maaf.

Best Regards
@CumilebayCom
[email protected]