Perjalanan Tak Berujung: Tetep Bercelana Pendek di Bromo

Tetep Bercelana Pendek di Bromo

Bromo - Merupakan gunung berapi yang masih aktif di Jawa Timur, lokasi nya masuk di 4 kabupaten yaitu Probolinggo, Malang, Pasuruan serta Lumajang. Gunung ini berdiri dengan kokoh nya di ketinggiang 2.392 diatas permukaan laut.
View Dari Cemoro Lawang
Gunung Batok
Gunung Bromo ini berasal dari kata Brahma yg di ambil dari bahasa Sangsekerta. Masyarakat sekitar bromo atau yg di sebut suku tengger mempercayai kalo  Gunung Bromo ini sebagai Gunung Suci oleh karena itu setiap tahun nya diadakan upacara Yadnya Kasada atau yg lebih di kenal dengan sebutan upacara Kasodo. Upacara ini berlangsung setiap bulan purnama, antara tgl 14-16 di bulan ke sepuluh penanggalan jawa. Upacara nya berlangsung di Pura di bawah kaki gunung bromo sampai menuju puncak bromo dan berlangsung di malam hari.
Padang Rumput
Untuk mencapai kawasan wisata Gunung Bromo ini sangatlah mudah, sebagai kawasan wisata andalan Jawa Timur tempat ini sangat lah terkenal. Sehingga setiap orang tau bagaimana ke Bromo hahahaha. Untuk yg mengunakan angkutan umum cukup naik bus jurusan probolinggo tarif nya sekitar Rp. 7.000 yg ekonomi atau patas sekitar Rp. 13.000,- nanti turun di terminal Probolinggo atau bilang aja mau ke Bromo. Nanti bakal di turun kan di pangkalan Bison/Elf, perjalalanan di lanjut mengunakan angkutan ini biaya nya sekitar Rp. 25.000,-
Anak Tangga Menuju Puncak Bromo
Bison/Elf tujuan nya sampai ke cemoro lawang yaitu desa terakhir untuk menuju kawah gunung bromo. Di desa Cemoro Lawang inilah banyak penginapan dari harga yg mahal berupa Villa sampai yg murah di rumah2 penduduk. Yaa kalo rumah penduduk sekitar Rp. 100.000 – Rp. 200.000 untuk 1 rumah bisa menampung 5-8 orang.
Kita Di Puncak Bromo
Dari Cemoro lawang pula kita bisa menuju lautan pasir, Gunung Bromo, Pura, Bukit Teletabies dll. Untuk mencapai tempat2 itu kita bisa jalan kaki atau naik ojek atau sewa HardTop/Jeep. Tapi yg paling nge TOP di bromo adalah melihat Sunrise di Pananjakan. Untuk mencapai lokasi ini biasa nya dengan menyewa JEEP.
Harga sewa Jeep antara Rp. 300.000 –Rp. 350.000, biasa nya mereka menawarkan paket. Kalo hanya melihat sunrise di pananjakan dan ke kawah bromo hanya Rp. 300.000 tapi kalo sampai ke lautan pasir, bukit teletabis harga nya Rp. 350.000, -
Kalo mau liat sunrise di pananjakan, maka kita harus pesen Jeep dulu sehari sebelum nya. Nanti sekitar pukul 03.00 pagi, Jeep akan menjemput kita di penginapan dan diantar ke pananjakan. Di pananjakan mmg di sediakan tempat lapang untuk melihat matahari terbit dengan cantik nya.
Ini kedatangan gw yg ke 4 di Bromo, tp terakhir bareng ama jopit iyus gandhi yani tikka delisa serta gandhi. November 2011 kami datang setelah pengembaraan di BaluranKawah Ijen, Tanjung Papuma. Tapi kali ini Gw, Jopit, Yanni, Tikka sengaja ngak ikut ke pananjakan karna kita semua dah perna. Kami memilih menikmati pagi dengan tidur hahahaha.
Menuju Bukit Teletabis
Tetep Pake Celana Pendek
Setelah di inget2 ternyata 3x kedatangan terakhir ke bromo selalu bercelana pendek dan ber sandal jepit. Padahal kejadian 2008 saat itu sempet hipotermia mengigil pusing dan mau pingsan saat mau nanjak melihat sunrise di pananjakan dan itu karna pake celana pendek + kaos lengan pendek juga.
Iyus, Delisa serta Gandhi jam 3 pagi dah di jemput elf untuk ke pananjakan, tapi rombongan mereka ngak sampai dipuncak kawah bromo nya karna terlalu capek menaiki tangga, karna untuk sampai ke kawah bromo nya kita mesti menaiki anak tangga sebanyak kurang lebih 250. Sedangkan Delisa sudah menyerah sebelum bertanding, akhir nya mereka hanya foto2 di bawah sekitar pura.
Lautan Pasir
Sedangkan kami ber 4 masih molor sampai jam 6. Setelah bangun & gosok gigi kami terbujuk rayu tukang ojek yg kata nya bukit teletabis nya bagus banget setelah rumput2 nya baru tumbuh akibat erupsi beberapa waktu lalu. Bukit teletabis ini letak nya di belakang kawah bromo, saat erupsi sempet gersang tp kali ini dah menghijau dan keliatan sangat cantik nya. Dari bukit teletabis kami lanjut ke lautan pasir. Oh yaa lautan pasir ini merupakan lokasi syuting film “Pasir Berbisik” yang di perankan oleh Cristine Hakim & Dian Sastro.
Special thanks buat Mbak Dewi, Ajenk, Maria, Devis, Belinda. Mereka temen seperjalanan saat Juli 2008 ke bromo. Kenalan tidak senggaja di jalan, akhir nya menginap bareng dan muter2 bareng. Rindu kalian semua, kapan mau jalan bareng lagi ???????
Note : Jangan lupa mampir ke Air Terjun Madakaripura dan menikmati Rawon Nguling yang sudah sangat terkenal itu saat balik dari bromo, lokasi nya ada di jalan raya yg menghubungkan pasuruan probolinggo. 
Sunrise Di Pananjakan





21 comments:

Ada banyak spam di komentar. Saya menghapusnya. Maaf.

Best Regards
@CumilebayCom
[email protected]