Perjalanan Tak Berujung: Ngak Ada Naga di Kampung Naga

Ngak Ada Naga di Kampung Naga

Kampung nya Tampak Dari Kejauhan
Kampung Naga - Kampung Naga merupakan sebuah perkampungan yg di huni oleh masyarakat sunda yg sangat kuat memegang adat istiadat leluhur nya. Seperti pemukiman Baduy di Banten. Kampung Naga ini menjadi kajian antropologi mengenai kehidupan masyarakat sunda saat peralihan dari Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat.
Perjalanan kami ini adalah perjalanan iseng dan termasuk nekat. Siang itu ngobrol ngak jelas bareng Keke saat makan siang. Mau kemana nich weekend ???? iseng aja jawab "Galunggung yuk, sekalian ke Kampung Naga + Papandayan". Eh ngak tau nya jawaban positif dari Keke, di jadiin nanti malam jam 10 an kita jalan dengan mengendarai mobil nya Titie.
Kampung Naga ini berada di Desa Neglasari, Kec Saluwu, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat Indonesia. Lokasi nya tidak jauh dari jalan raya yg menghubungkan Garut - Tasikmalaya, sehingga mudah di jangkau. Kalo naik bus umum, cukup ambil bis jurusan Tasikmalaya yg melewati Garut, atau bus jurusan Singaparna. 
Nanti tinggal bilang aja turun Kampung Naga. Dari jalan raya tersebut tinggal jalan kaki turun ke kampung nya. Jarak dari Tasik ke Kampung Naga sekitar 30 km, sedangkan dari Garut ke Kampung Naga hanya 26 Km.
Kampung ini berada dalam lembah yg subur dengan batas wilayah. Sebelah barat dibatasi hutan keramat karna di dalam hutan ini terdapat makan leluhur, sebelah selatan di batasi sawah2 dan bagian utara + timur di batasi oleh Ci Wulan (Kali Wulan) yg air nya berasal dari Gunung Cikuray Garut.
Dapur

Oh yaa untuk ke kampung naga ini pengunjung wajib mengisi buku tamu, setelah itu wajib di dampingin oleh kuncen. Trus menurunin beberapa ratus anak tangga untuk sampai di kampung nya. Pemandangan nya sungguh indah, berupa hamparan sawah, rumah2 adat yg semua bentuk nya sama.
Bentuk rumah di kampung naha semua nya sama, karna ada aturan disini. Rumah harus berupa rumah panggung, bahan rumah dari bambu dan kayu. Atap rumah dari daun nipah, ijuk atau alang2, lantai terbuat dari bambu atau kayu. Rumah harus menghadap ke utara atau selatan dan memanjang ke barat atau timur. Dinding rumah tidak boleh di cat kecuali di kapur atau dimeni. Total rumah yg ada sekitar 113, dan menurut cerita tidak boleh di tambah lagi.
Kami menikmati hanya sebentar di kampung naga sekitar 1 jam, tapi lumayan bisa menambah ilmu ttg desa ini. Penduduk yg ramah serta lingkungan yg asri membiin suasana nyaman. Semoga Warisan Budaya ini akan tetep terjaga buat anak cucu kita nanti.
It's About The Journey, Not The Destination






19 comments:

Ada banyak spam di komentar. Saya menghapusnya. Maaf.

Best Regards
@CumilebayCom
[email protected]