Lhoooo ... Kok Semua Jongkok di WARUGA !!!

Setiap Waruga Menghadap Ke Utara
Waruga ManadoAkhir nya kami sampai juga ke Waruga, setelah batal di hari sebelum nya karena musibah tanah longsor dan banjir yang menimpa manado, membuat kita terkurung di hotel tanpa bisa melakukan perlawanan L. Waruga dalam istilah manado sulawesi utara berarti makam/kuburan kuno untuk warga minahasa yang terbuat dari batu dan terdiri dari 2 bagian yaitu bagian atas berbentuk segitiga seperti bubungan rumah dan bagian bawah berbentuk kotak yang bagian tengah nya ada ruang kosong tempat meletakan mayat.
Gerbang Masuk Waruga













Lokasi waruga yang terkenal dan dijadikan CAGAR ALAM berada di Desa Sawangan, Air Madidi. Sekitar 25km dari manado. Cara menuju kesana nya juga gampang banget, kalo bawa kendaraan pribadi cukup ambil arah ke BITUNG, nanti 15 km dari Manado (jalan nya cuman lurus tanpa belok2) akan sampai di pertigaan air madidi, belok kanan lurus sekitar 5km maka dah di desa sawangan, tinggal cari lokasi nya di sebelah kiri jalan masuk gang sekitar 100 meter. Total Waruga yang tersebar di minahasa sekitar ±2000 kuburan, akan tetapi yang berada di Waruga Sawangan sekitar 144 waruga.
Oh yaaa yang menarik dari waruga ini adalah posisi mayat nya. Mayat dimasukan di dalam ruang batu dalam posisi duduk atau jongkok, tumit kaki menempel pada pantat dan kepala mencium lutut seperti saat mereka dalam kandungan ibu nya. Batu untuk waruga di ambil dari Gunung Tataan yang lokasi nya memang berada di sebrang desa sawangan. Dan semua waruga menghadap utara, alasan nya kenapa karena nenek moyang orang minahasa berasal dari utara.
Relief Posisi Mayat di Waruga
Seperti Ini Dalam Waruga J
Sekitar tahun 1860 Pemerintahan Belanda melarang penguburan mengunakan waruga ini karena waktu itu banyak yang terjangkit berbagai penyakit seperti kolera, tipus dll, di khawatirkan sang mayat ini menularkan penyakit melalui celah yang terdapat antara badan waruga dan cungkup waruga. Dan akhir nya mulailah pengkuburan mengunakan peti mati dan di masukan kedalam tanah.
Hanya Ada 144 Waruga di Sawangan - Manado
Di setiap waruga tersebut terdapat ukiran yang melambangkan profesi pekerjaan si mayat saat hidup. Sekitar komplek waruga juga terdapat makam2 umum lain nya ada yang kristen dan ada juga islam. Tapi yag komplek waruga ini terpisah dan dikelilingin tembok. Tahun 1995 tempat ini perna di calonkan menjadi salah satu SITUS WARISAN DUNIA UNESCO.
Ukiran Ini Melambangkan Profesi Sang Mayat Selama Hidup
Ada Kuburan Umum Disekitar Komplek Waruga
Dan di komplek waruga juga terdapat museum yang memamerkan barang yang biasa nya berada didalam waruga yang di kuburkan beserta sang mayat J. Oh yaaa jangan lupa mengisi buku tamu dan menyumbang sedikit dana sukarela untuk digunakan menjaga waruga-waruga ini dan juga jangan lupa kasih tips ke bapak kuncen penjaga waruga, kalo ngak kasih tips bapak nya ngambek lho, kalian akan di cemberutin tanpa senyuman hihihi karena itu yang terjadi sama kita kemarin dan akhir nya swarie kasih salam tempel juga J. Sekedar info aja, 15 km setelah waruga, kita bisa sampai di Danau Tondano.
Museum di Waruga
Sebagian Barang Didalam Waruga Dipamerkan 

19 comments:

  1. hahah, dapet aja model buat meranin mayat di waruga nya :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Model nya yang kecentilan hahahhaha :D

      Delete
  2. *masukin list*
    makasih banyak infonyaa mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap, wajib di kunjungin nich tempat :)

      Delete
  3. Cum, Akhir maret gua jadi ke manado, cp sewa mobil ?

    ReplyDelete
  4. ikut mbak nuniek, ajak yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya noch nuniek akhir maret ke sana ama temen nya

      Delete
  5. Kalau pekerjaannya wartawan ukirannya gimana ya? *mbayangin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayak nya ada camera + laptop, tp jaman dulu kan ngak ada wartawan kayak nya !!! Hehehehe. Ada yg paling tukang rumpi :)

      Delete
  6. masih ada lagi wisata budaya dan sejarah di minahasa,yaitu WATUPINAWETENGAN di desa Pinabetengan kec.tompaso. . .
    Tapi nyali harus kuat ya?
    Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh ternyata banyak banget warisan sejarah disana, btw ada apa dengan watupinawetengan ???? #penasaran kok mesti kuat nyali ????

      Delete
    2. di situ adalah saksi bisu ttg sejarah
      minahasa. . .
      Banyak yg berbau mistik di situ,tapi nggk
      ush takut karena di sana aman. . .
      Benny Mamoto pun sering ke sana,.

      Delete
    3. Oh ic kayak nya pern abaca deh, ntar ajak aku kesana hahah #Ngarep. Btw aku kenal nya pretty mamoto sama Regy Mamoto hehehe

      Delete
    4. hahaha. . .
      Benny Mamoto itu adalah Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto,dia adalah deputi bidang pemberantasan di BNN.Dia org asli minahasa yg sekarang sdh pensiun dari POLRI. . .

      Delete
    5. dia juga ketua salah satu organisasi seni dan budaya di sulut. . .

      Delete
  7. Kalau yang dikubur berdiri,,, waruga nya ngga bisa ditutup bro :-)
    Btw sempat mencoba serunya rafting di sawangan ngga bro?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngak sempet rafting nich, kayak nya mesti balik lagi kesana hehehe. Semoga ada rejeki untuk ke sana lagi :-)

      Delete

- Silahkan Tinggalkan Komen Yang Merangsang. Siapa Tau Kita Berjodoh, Nanti Aku Juga Kunjungi Kamu, Iyaaa Kamuuuuu

- Mau Ngobrol2 Seputar Dunia Nyata & Khayalan atau Kerjasama ??? Bisa Email ke toro2305@gmail.com


Jangan lupa follow IG & Twitter : @CumilebayCom

Best Regards
@CumilebayCom
toro2305@gmail.com