Selalu Babi Yang di Korbankan, Kalimbuang Bori

Kalimbuang Bori merupakan sebuah situs megalit yang terdapat di Tana Toraja Sulawesi Selatan Indonesia. Jarak nya tidak terlalu jauh dari Ibu Kota Tana Toraja yaitu sekitar 5km dari Kota Rantepao, berada di Kecamatan Sesean di Toraja bagian utara.
Menurut cerita dari yg jaga tiket masuk, terdapat 102 batu menhir yang terdiri 24 batu besar, 24 batu sedang dan 54 menhir kecil. Batu menhir ini didirikan untuk menghormati pemuka adat atau keluarga bangsawan yg meninggal. Menhir boleh di dirikan dengan upacara adat terlebih dahulu yaitu upacara tingkat RAPASAN SAPURANDANAN yang berarti pengorbanan kurban setidak nya minimal 24 ekor kerbau.
Batu menhir diambil dari gunung atau dari batu2 yg bertebaran di Tator, besar kecil nya ukuran batu disesuaikan dengan permintaan keluarga yg mendakan acara upacara. Tetapi banyak yg mengartikan bahwa semakin tinggi dan besar batu yg didirikan maka semakin tinggi pula derajat kebangsawanan keluarga yg mengadakan upacara adat.
Biasa nya akan di mulai dengan pemotongan kerbau  trus proses penggalian dan pemahatan batu. Proses pemahatan bisa berlangsung berhari2 sampai 2 bulan, untuk keperluan makan pemahat ini biasa nya di potong beberapa babi untuk dikonsumsi. Setelah batu selesai di pahat maka batu di tarik beratus2 orang secara tradisional sampai ke lokasi pendirian batu menhir. Dan lagi2 babi2 di korbankan untuk memberi makan para penarik batu.
Ditengah lokasi batu2 menhir ini terdapat sebuah panggung tertinggi diantara yg lain nya yg di sebut LAKKIAN yaitu tempat jenazah di semayamkan selama upacara di laksanakan.
It's About The Journey, Not The Destination
Dilokasi Kalimbuang Bori selain terdapat batu menhir juga terdapat makam2 yang di taruh di dalam pahatan batu. Kalo kita teruskan jalan ke belakang terdapat perkampungan penduduk. Oh yaa di belakang juga ada makam bayi di gantung di pohon, jadi pohon besar diatas tengah nya di bikin lubang dan jenazah bayi tersebut di masukan kedalam, nama nya Pohon Tarra.

Thanks buat temen kelayapan bareng รจ Yanni, Iyus, Sheilla, Delisa, Jopit, Nuniek, Asnie. Tanpa kalian perjalanan ini akan terasa hampa tanpa arti, semoga sebuah ikatan pertemanan ini kekal seperti kita memaknai arti sebuah budaya di TORAJA.
Lakkian
Pohon Tarra Tempat Makam Bayi

8 comments:

  1. pas bngt komposisi org2nya di poto...

    ReplyDelete
  2. tanggal 16 maret nantis aya ke tanah toraja lho....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajib di kunjungin .... ke Lokomata juga harus hehehe

      Delete
  3. Bulan agustus kmen aku ke sana dan belum lama diadakan upacara kurban kerbau, sisa upacra masih terasa termasuk amis mau darah dan daging kerbau serta bekas tempat mereka mengolah kerbau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akhir juni kmrn aku juga kesana dan mmg lagi banyak pesta rambu solo

      Delete
  4. Panggung yg kita sorot yg dikelilingi empat pohon cendana itu namanya bala'kaan, tempat membagi2 daging

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku mau di bagi daging tapi jangan daging babi yaaa hehehe

      Delete

- Silahkan Tinggalkan Komen Yang Merangsang. Siapa Tau Kita Berjodoh, Nanti Aku Juga Kunjungi Kamu, Iyaaa Kamuuuuu

- Mau Ngobrol2 Seputar Dunia Nyata & Khayalan atau Kerjasama ??? Bisa Email ke toro2305@gmail.com


Jangan lupa follow IG & Twitter : @CumilebayCom

Best Regards
@CumilebayCom
toro2305@gmail.com